logo

Ayo Kita Menanam
Hijaukan Dunia


Keterangan :
Cuplikan Video Clip Go Green Calvin
Nyanyi Bersama Gubernur DIY Sri Sultan HB X


GERAKAN LINTAS AGAMA
MENANAM POHON



GERAKAN LINTAS AGAMA MENANAM POHON DIKEMAS DALAM BENTUK PROSESI BUDAYA,SARAT MAKNA.
Banyumili Country Club,17 Maret 2012
TEMA :

Tepung Banyu Sedulur, Nandur Wiji Karahayon

(mempertemukan air persaudaraan,menanam benih kesejahteraan)

Berawal dari sebuah gagasan Calvin Christian Yulianto untuk menggelorakan semangat menanam pohon,sekaligus menanamkan kedamaian dan kerukunan kedalam hati sanubari setiap insan. Atas dukungan dari berbagai pihak diantaranya Bapak Siput.L yang merelakan tanah komersilnya untuk kegiatan tersebut serta dari Bapak Jimmy Oentoro,Bapak Jimmy Soetanto,Bapak Eddy Susanto, Bapak Gideon Hartono,Bapak GBPH Prabukusumo diadakan sebuah gerakan yang dinamai GERAKAN LINTAS AGAMA MENANAM POHON.
Prosesi GERAKAN LINTAS AGAMA MENANAM POHON diawali dari


PADASAN,SIMBOL PEMBERSIHAN DIRI.

Peserta yang datang disambut dengan kesenian Gejog Lesung,disepanjang perjalanan masuk (sepanjang 15 m) menuju Padasan (symbol pembersihan diri) peserta diwajibkan untuk membersihkan diri dengan cara mencuci tangan dengan air yang disediakan di dalam kendi.



disediakan 7 buah gentong padasan, merupakan symbol pitulungan (selalu mendapat pertolongan dari TUHAN YANG MAHA ESA).

Setelah membersihkan diri, peserta dipersilahkan duduk di tempat yang telah disediakan (gubug dan tenda, kursi). Sambil menunggu peserta lain untuk memasuki acara inti.



Peserta yang datang tepat waktu disambut dengan Rinding (sebuah alat musik tradisional yang hampir punah dari Wonosari) dan tarian Pari Uli yang bercerita tentang Dewi Sri.



Dalang (pengatur acara) mengantarkan masuk kepada acara inti penanaman pohon. Peserta datang secara berarakan menuju pulau Siput di lembah manah, dibarengi dengan arak-arakan yang diawali oleh Penari Bondan, barisan pembawa Kendi dari 7 mata air (tirta pitu] yang berasal dari 7 sendang yaitu Sendang Widodaren,Sendang Kadewatan,Sendang Kasihan,Sendang Nirmala,Sendang Banyu Urip,Sendang Nogotirto,dan Sendang Jumprit , Gubernur DIY,Sri Sultan Hamengku Buwono X,Bupati Sleman, Tokoh- Tokoh Agama,beserta rombongan pejabat,seniman dan masyarakat.




7 Gadis Perawan pembawa 7 kendi dari 7 sendang yg dipersatukan oleh tokoh agama

Pada saat bersamaan, ditengah-tengah perjalanan menuju area tanam pohon, Betara Kala datang memakai getek (rakit bamboo) dari Telaga Tembayat untuk mengganggu acara menanam benih kesejahteraan (taruparwa)

Namun Sri Sultan Hamengku Buwono X yang bergelar Senopati Ing a Laga (Panglima Perang) memanah Betara Kala dengan panah api sampai terbakar habis,panah diserahkan oleh Calvin,si pencetus ide.


Setelah sampai di area penanaman, 7 kendi dari berbagai sumber mata air dipersatukan sebagai symbol persatuan dan ikatan kebersamaan/persaudaraan. Dilanjutkan dengan pembacaan doa, selesai doa penari menarikan Tari Bondan. dan dilanjutkan dengan penanaman 7 pohon yaitu : Kepel [lambang persatuan], Sawo Kecik [lambang Kebajikan], Beringin [lambang asal-usul], Gayam, Keben, Kantil dan Tanjung oleh Sri Sultan HB X bersama para tokoh agama dan Yayasan Go Green Calvin.



TEPUNG BANYU SEDULUR
(Mempersatukan air Persaudaraan)
Para tokoh agama yaitu KH. A. Malik Madani, MA, - I Wayan Sumerta,- Bhikku Viryanadi Mahathera,- Romo. Y. Suyatno. Pr- Haksu, Tje Tjai,- Pdt Indriyanto - Bpk Saikun sedang mempersatukan air persaudaraan yang berasal dari 7 sendang yang artinya walau berbeda - beda asalnya namun tetap satu dalam persaudaraan.


Lambang persatuan dan kesatuan

NANDUR WIJI KARAHAYON
(menanam benih kesejahteraan)


Calvin menyerahkan bibit pohon Beringin kepada Sri Sultan Hamengku Buwono X lalu ditanam bersama para tokoh agama
Selanjutnya dilakukan penebaran benih ikan di danau Tembayat.


dan Penandatanganan Prasasti.

GERAKAN LINTAS AGAMA MENANAM POHON

Sri Sultan Hamengku Buwono X, Bupati Sleman dan para tokoh Agama ( Lampiran ) inilah yang mewujudkan gerakan lintas agama menanam pohon agar menjadi suri tauladan bagi kita semua.


Foto bersama

Tampak Sri Sultan Hamengku Buwono X beserta pengurus Yayasan Go Green Calvin dan para tokoh agama

Selesainya agenda prosesi penanaman, peserta dipersilahkan kembali ke tempat duduk. Acara dilanjutkan dengan paduan suara (Koor) Lagu Go Green Hijaukan Tanahmu Karya Calvin Christian Yulianto oleh Paduan Suara TNI-POLRI dan STIE YKPN




Agenda dilanjut dengan orasi budaya Gubernur DIY kemudian kesenian Dayak Grasak dan Reog (simbolisasi prajurit kaum ksatria kembali ke medan perang) sebagai kesenian penutup.



Acara ditutup dengan ramah tamah.

MONUMEN GO GREEN CALVIN
Karya besar Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama para tokoh agama

Monumen ini menyuarakan pentingnya menanam pohon untuk mengurangi dampak pemanasan Global,sekaligus menyuarakan perdamaian dan kerukunan umat manusia.




Monumen ini terletak di banyumili Country Club Jln Nusa Indah, Kwarasan, ( Perumahan Griya Mahkota ) gamping, Sleman, Yogyakarta Telp ( 0274 ) 545143. Suasananya sejuk asri, menjadikan monumen ini sebagai objek wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan..


 




Go Green,Hijaukan Tanahmu

Lagu Penyemangat menanam Pohon Dari Indonesia untuk Dunia

Dampak pemanasan Global (Global Warming) yang mulai dirasakan oleh manusia adalah perubahan iklim yang mengakibatkan perubahan pola tanam dan bencana banjir/tanah longsor.

 
Valid XHTML 1.0 Transitional Valid CSS! Valid CSS!